Just another WordPress.com site

resume TPKI

BAGIAN I

PENDAHULUAN

Karya ilmiah adalah karya tulis yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman ilmiah yang ditetapkan. Pedoman penulisan karya ilmiah ini memberikan petunjuk tentang cara menulis karya ilmiah yang berupa skripsi,tesis,disertasi,artikel,makalah,dan laporan penulisan. Yang dimaksud skripsi,tesis dan disertasi adalah jenis penelitian yang berorientasi pada pengumpulan data empiris di lapangan.

  1. 1. SKRIPSI,TESIS DAN DISERTASI

skripsi,tesis dan disertasi merupatukan karya ilmiah dalam suati bidang studi yang di isi oleh mahasiswa program sarjana (S1), (S2) dan (S3) pada akhir studi.

Perbedaan antara skripsi,tesis dan disertasi dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek kuantitatif dan aspek kualitatif. Dari aspek kuantitatif secara linier dapat dikat bahwa disertasi lebih berat bobot akademiknya daripada tesis dan tesis lebih berat akademisnya daripada skripsi.

Aspek-aspek yang membedakan skripsi,tesis dan disertasi adalah:

  1. Aspek Permasalahan
  2. Aspek Kajian Pustaka
  3. Aspek Metodologi Penelitian
  4. Aspek Hasil Penelitian
  5. Aspek Kemandirian

 

  1. 2. ARTIKEL, MAKALAH, DAN LAPORAN PENELITIAN

Artikel Ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengn cara ilmiah dan mengikuti pedoman ilmiah yang telah dispakati.makalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatau masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif.

Laporan Penelitian adalah karya tulis yang berisi paparan tentang proses dan hasil-hasil yang diperoleh dari suatu kegiatan penelitian.

 

  1. 3. KODE ETIK PENULISAN KARYA ILMIAH

Kode etik adalah seperangkat norma yang perlu diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah dan berkaitan dengan pengutipan, perujukan, perjanjian terhadap bahan yang digunakan dan penyebutan sumber data atau informan. Penulisan karya ilmiah harus menghindarkan diri dari tindak kecurangan atau plagiat.

 

BAGIAN II

SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI

  1. 1. SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI HASIL PENELITIAN KUANTITATIF

Hal-hal yang disajikan dalam penelitian ini bersifat kompleks mulai dari isi kajian terhadap berbagai teori yang bersifat substantif dan mendasar sampai kepada hal-hal yang bersifat operasional teknis. Format laporan cenderung baku, mengikuti ketentuan dari perguruan tinggi atau suatu masyarakat akademik. Isi dan sistematika skripsi, tesis, dan disertasi sebagai laporan hasil laporan kuantitatif dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu bagian awal, bagian inti dan bagian akhir.

  1. 2. SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI HASIL PENELITIAN KUALITATIF

Penelitian kualitststif berusaha mengungkapkan gejala  secara menyeluruh dan sesai dengan konteks. Ciri-ciri penelitian adalah laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang ber  yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri alamiahnya. Gaya laporan penelitian kualitatif tidak menggunakan model tunggal. Gaya penulisan dapat bersifat formal, informal atau gabungan keduanya. Sistematika skripsi, tesis, dan disertasi hasil penelitian kualitatif  dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu bagian awal, bagian inti dan bagian akhir.

  1. 3. SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI HASIL KAJIAN PUSTAKA

Merupakan penampilan argumentasi penalaran keilmuan yang memaparkan hasil kajian puustaka dan hasil olah pikir peneliti mengenai suatu masalah atau topik kajian. Sumber pustaka dapat berupa jurnal penelitian , disertsi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar, diskusi ilmiah atau terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga lain. Sistematika skripsi, tesis, dan disertasi hasil kajian pustaka  dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu bagian awal, bagian inti dan bagian akhir.

  1. 4. SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI HASIL KERJA PENGEMBANGAN

Skripsi, tesis dan disertasi yang disusun berdasarkan hasil kerja pengembangan proyek terdiri atas dua bagian yaitu:

Bagian I          : memuat kajan analitis pengembangan projek, kajian analitis dituangkan dalam lima bab.

Bagian II         : Memuat produk yang dihasilkan dari kegiatan pengmbangan.

Bagian I dan Bagian II disusun dalam naskah terpisah, sedangkan penjilidannya dapat disatukan.

BAGIAN III

ARTIKEL, MAKALAH DAN LAPORAN PENELITIAN

  1. 1. ARTIKEL HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian yangditulis dalam bentuk artikel atau kemuadian diterbitkan dalam jurnal-jrnal mempunyai kelebihan dibanding dengn yang ditulis dalam bentuk laporan teknis resmi. Penulisannya menggunakan sistematika tanpa angka ataupun abjad terdiri dari judul, nama penulis, sponsor, abstrak dan kata kunci, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan dan saran, daftar rujukan.

  1. 2. MAKALAH

Penulisan makalah bertujuan untuk meyakinkan pembaca bahwa topik yang ditulis dengan dilengkapi penalaran logis dan pengorganisasian yang sistematis memang perlu diketahui dan diperhatikan. Terdiri dari bagian awal (halaman sampul, daftar isi, daftar tabel dan gambar), bagian inti (pendahuluan, latar belakang, masalah, pembahasan), bagian akhir (kesimpulan dan saran).

  1. 3. LAPORAN PENELITIAN

Laporan penelitian ditulis dalam suatu format laporan yaitu bagaimana bagian laporan-laporan itu diurutkan dan disusun. Terdiri dari bagian awal, bagian inti dan bagian akhir. Bagian awal berisi tentang halaman sampul, halaman judul, dan abstrak dan bagian-bagian selanjutnya.

BAGIAN IV

TEKNIK PENULISAN

  1. 1. SISTEMATIKA PENULISAN

Dalam bagian ini untuk skripsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian terdiri atas bab dan sub bab. Bab dan sub bab tersebut diberi judul dengan format yang sesuai dengan peringkatnya. Sedangkan teks artikel dan makalah pendek terdiri dari bagian dan sub bagian (tidak ada babnya) dan masing-masing bagian dan subbagian diberi judul sesuai dengan format atas peringkatnya. Bagian pendahuluan dari artikel atau makalah boleh diberi atau tidak boleh diberi judul.

  1. 2. CARA MERUJUK DAN MENULIS DAFTAR RUJUKAN
  2. Cara Merujuk Kutipan Langsung

Kutipan yang berisi kurang dari 40 kata ditulis diantara tanda kutip (“…”) sebagai bagian yang  terpadu dalam teks utama, dan diikuti naa penulis. Tahun, dan nomor halaman.

  1. Kutipan 40 Kata atau Lebih

Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang mendahului, ditulis 1,2 cm dari garis tepi sebelah kiri dan kanan dan diketik dengan spasi tunggal.

  1. Kutipan yang Sebagian Dihilangkan

Apabila dalam mengutip langsung ada kata-kata dalam kalimat yang dibuang, maka kata-kata yang dibuang diganti dengan tiga titik.

  1. Cara Merujuk Kutpan Tidak Langsung

Kutipan yang disebut secara tak langsung atau dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri tanpa tanda kutip dan terpadu dalam teks. Nama penulis bahan kutipan dapat disebut terpadu dalam teks, atau disebut dalam kurung bersama tahun penerbitannya. Jika memenungkinkan nomor halaman disebutkan.

  1. Cara Menulis Daftar Rujukan

Pada dasarnya, unsure yang ditulis dalam daftar rujukan secara berturut-turut meliputi (1) nama penulis ditulis dengan urutan : nama akhir, nama awal, dan nama terngah, tanpa gelar akademik, (2) tahun penerbitan, (3) judul, termasuk anak judul (subjudul), (4) kota tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit.

  1. 3. TABEL DAN GAMBAR

Tabel yang baik seharusnya sederhana dan dipusatkan pada beberapa ide. Dengan menggunakan tebek, pembaca dapat memahami dan menafsirkan data secara cepat dan mencari hubungan-hubungannya. Gambar disini mengacu pada foto, grafik, chart, peta, sket, diagram, bagan dan gambar lainnya.

  1. 4. BAHASA DAN TANDA BAHASA
    1. Penggunaan Bahasa

Penulisan karya ilmiah hendaknya menggunakan bahasa yang jelas, tepat, formal, dan lugas. Kejelasan dan ketepatan isi dapat diwujudkan dengan menggunakan kata dan istilah yang jelas dan tepat, kalimat yang tidak berbelit-belit, dan struktur paragraf yang runtut.

  1. Penulisan Tanda Baca

Penulisan tanda baca, kata, dan huruf mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, Pedoman Pembentukan Istilah, dan Kamus (Keputusan Mendikbud, Nomor 053a/U/487, tanggal 9 september 1987). Berikut ini beberapa kaidah penting yang perlu diperhatikan. Titik (.), koma (,) titik dua (:), tanda seru (!), tanda (?), dan persen (%) diketik rapat dengan huruf yang mendahuluinya.

  1. 5. PENCETAKAN DAN PENJILIDAN

Cara pencetakan berikut ini berlaku untuk penulisan skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, makalah, dan artikel ilmiah. Sedangkan cara penjilidan hanya berlaku untuk skripsi, tesis, dan disertasi.

Yang perlu diperhatikan pada saat Pencetakan

ü  Kertas, Bidang pengetikan, dan Naskhah Akhir

ü  Jenis huruf

ü  Ukuran Huruf

ü  Modus Huruf

ü  Spasi

ü  Paragraf dan penomoran

ü  Penjilidan

  1. 6. PETUNJUK  PRAKTIS TEKNIS PENULISAN

Berikut ini disajikan beberapa petunjuk praktis teknik penuisan secara ringkas

Hal-hal yang perlu diperhatikan

  • Berilah jarak 3 spasi antara tabel atau lampiran dengan teks sebelum atau sesudahnya.
  • Judul tabel atau lampiran beserta tabel atau lampirannya harus ditempatkan pada halaman yang sama (jika memungkinkan). Penyebutan tabel atau lampiran dalam teks menggunakan kata Tabel…..atau lampiran…..(diberi nomor sebagai identitas).
  • Tepi kanan teks tidak harus rata; oleh karena itu kata pada akhir baris tidak harus dipotong. Jika terpaksa harus dipotong, tanda hubungnya ditulis setelah huruf akhir, tanpa disisipi spasi, bukan diletakkan dibawahnya.
  • Tempatkanlah nomor halaman di pojok kanan atas setiap nomor halaman, kecuali halaman pertama setiap bab dan halaman Bagian Awal. Nomor halaman awal bab dan Bagian Awal ditulis di tengah bagian bawah halaman.
  • Semua nama penulis dalam dftar rujukan harusditulis, walaupun penulis yang sama memiliki beberapa karya yang dijadikan acuan dalam teks.
  • Nama awal dan nama tengah dapat ditulis secara lengkap atau disingkat asal dilakukan secara konsisten dalam satu daftar rujukan.
  • Daftar Rujukan hanya berisi sumber yang digunakan sebagai acuan sebagai teks, dan semua sumber yang dikutip (secara langsung ataupun tidak langsung) harus ditulis dalam Daftar Rujukan.

Hal-hal yang boleh dilakukan

  • Tidak boleh ada bagian yang kosong pada halaman, kecuali jika halaman tersebut merupakan akhir suatu bab.
  • Tidak boleh memotong tabel menjadi dua bagian (dalam dua halaman) jika memang bisa ditempatkan pada halaman yang sama.
  • Tidak boleh memberi tanda apapun sebagai pertanda berakhirnya suatu bab.
  • Tidak boleh menempatkan judul subbab dan identitas tabel pada akhir halaman (kaki halaman).
  • Rincian tidak boleh menggunakan tanda hubung (-), tetapi menggunakan tanda bulit (atau ). Ukuran besar kecilnya bulit yang digunakan disesuaikan dengan ukuran huruf yang digunakan. Bulit diletakkan di tepi kiri, terpisah satu ketukan dengan huruf yang mengikutinya. Rincian dengan menggunakan angka hanya diperbolehkan jika mengandung pengertian langkah-langkah atau prosedur
  • Tidak boleh menambahkan spasi antar kata dalam suatu baris yang bertujuan meratakan tepi kanan.
  • Daftar Rujukan tidak boleh ditempatkan di kaki halaman atau akhir setiap bab. Daftar Rujukan hanya boleh ditempatkan setelah bab terakhir dan sebelum lampiran-lampiran (jika ada).

 

 

RESUME

PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH

Yang dibimbing oleh Bapak Saichudin

 

 

 

 

 

 

 

Oleh :

Ahmad Ali Ashar

108711415511

 

 

 

 

 

 

 

 

PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Agustus, 2010

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: