Just another WordPress.com site

KONSENTRASI


Konsentrasi atau pemusatan perhatian adalah pemikiran terhadap pelaksanaan suatu usaha setelah adanya kesiapan dan kematangan bertindak yang dilandasi oleh sifat – sifat kepribadian yang ideal. Sehubungan dengan ini, John M Chooper mengutarakan bahwa semakin tinggi tingkat pemusatan perhatian terhadap apa yang akan dilakukan, semakin tinggi pula hasil yang akan  dicapai.

Ada tiga lingkungan yang dapat mempengaruhi besar kecilnya konsentrasi para olahragawan dalam bertanding atau berlomba yaitu :

  1. Lingkungan Keluarga

Semua kejadian yang menimpa diri seorang olahragawan di dalam lingkungan keluarga pengaruhnya akan terbawa atau akan menjiwai tindakan-tindakan atau tingkah-laku di lapangan. Seperti lingkungan keluarga yang sedang mengalami kekalutan maupun lingkungan keluarga yang sedang memperoleh kebahagiaan.

Perbedaan tersebut terjadi akibat dari kejadian – kejadian yang baru saja dialami. Konsentrasi terpaksa terbagi, kadang – kadang seluruh konsentrasi terampas oleh kejadian – kejadian di dalam lingkungan keluarga.

Perbedaan-perbedaan terhadap tindakan atau tingkah laku di lapangan yang menyimpang dari biasanya, seperti penurunan prestasi, kurangnya ketelitian , tidak adanya usaha, dan sebagainya tidak boleh begitu saja kesalahannya dibebankan pada para olahragawan. Kalau sampai terjadi hal-hal  sepeti apa yang telah diuraikan di atas, seorang pelatih harus bersikap hati-hati.

  1. Lingkungan Sekolah

Dengan lingkungan kadua ini dimaksudkan tempat dimana olahragawan itu bertugas. Bagi yang masih sekolah harus diperhatikan sekolahnya, bagi yang bekerja juga harus diperhatikan keadaan lapangan kerjanya. Begitu pula yang tidak sekolah dan tidak bekerja yang diperhatikan adalah lingkungan pergaulan di luar keluarga dan lingkungan olahraga.

Misalnya, masa – masa ulangan / ujian menuntut curahan semua daya upaya kepada tugas – tugas sekolah tersebut. Akibatnya kalau juga dipaksakan untuk tetap berlatih dan bertanding kita harus dapat mengerti, jika hasilnya akan jauh berbeda dengan masa – masa dimana tidak ada tugas dari sekolah. Hhal itu harus dapat dipahami. Lagi pula  para olahragawan tidak dapat di tuntut untuk lebih banyak ditentukan oleh keberhasilan dalam menuntut pelajaran – pelajaran di sekolah.

Juga bagi olahragawan yang sudah bekerja, banyaknya persoalan dilingkungan tempat ia bekerja akan mempengaruhi pula pada diri mereka. Misalnya jika ia baru dimarahi oleh atasannya akan lain akibatnya dengan kalau ia baru mendapatkan pujian, hadiah dan sebagainya. Sedang bagi mereka yang sudah tidak sekolah dan tidak bekerja. Pengontrolannya, pencarian sebab – sebab yang dapat mengakibatkan timbulnya kelainan – kelainan kebiasaan akan lebih rumit lagi, karena daerah lingkungannya sangat luas. Namun demikian sebab – sebab yang dapat memberikan pengaruh – pengaruh dalam dunia olahraga harus dapat ditemukan, paling tidak diperkirakan alternative – alternative yang telah diperhitungkan sebagai pangkal duaga untuk mencari langkah – langkah perbaikan.

 

  1. Lingkungan Olahraga itu sendiri

Faktor-faktor yang mempengaruhi konsentrasi para atlit dalam lingkungan olahraga, yaitu:

  • Faktor penonton
  • Faktor petugas termasuk di dalamnya para wasit pembantu wasit dan sebagainya
  • Faktor lawan
  • Faktor alat perlengkapan dan fasilitas
  • Faktor cuaca
  • Organisasi/sistim pertandingan
  • Hasil yang dicapai selama pertandingan

 

a)      Faktor Penonton

Massa penonton mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap konsentrasi, bahkan massa penonton dapat mempengaruhi daya juang para atlit sehingga akan berpengaruh pula terhadap pencapai prestasi.

Dalm suatu pertandingan dukungan dari massa penonton akan menggugah semangat untuk berusaha yang lebih. Sebaliknya tidak adanya dukungan massa penonton atau bahkan dimusuhinya oleh massa penonton. Dengan dilontarkannya kata – kata yang bersifat memperolok – olok akan berakibat turunnya semangat bertanding bahkan dapat menyebabkan olahragawan tidak dapat bertindak atas dasar pertimbangan – pertimbangan akal yang sehat. Semua tindakan – tindakannya akan banyak diwarnai oleh emosi, sehingga pengetrapan teknik ataupun taktik dalam pertandingan akan menjadi kacau. Terutama para atlit muda yang baru pertama kali terjun dalam arena pertandingan akan lebih banyak mengalami gangguan – gangguan yang diakibatkan oleh hadirnya massa penonton yang tidak memberikan dukungan.

 

Menurut  Max Wessel ada beberapa massa penonton yang dapat memberikan sumbangan – sumbangan positif ataupun negatif terhadap perkembangan-perkembangan dalam dunia olahraga, baik terhadap perkembangan-perkembangan kegiatannya maupun terhadap psyche para atlit/olahragawan, yaitu:

  • Massa Insiders
  • Massa yang senang akan kegiatan olahraga pada umumnya
  • Massa Supporters
  • Massa Penjudi
  • Massa Sensasi
  • Massa Absensi, dan
  • Massa Undangan

 

  • Massa Insiders

Insiders adalah para atlit itu sendiri, para wasit, jago kapuk dan coach. Berhubung mereka inilah yang langsung berkepentingan, lagi pula  sudah tahu akan peraturan-peraturan baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis, maka diharapkan akan adanya sumbangan yang positif terhadap kelancaran pertandingan-pertandingan yang sedang dilangsungkan ataupun terhadapperkembangan-perkembangan cabang olahraga yang mereka ikuti. Sayangnya insiders ini jumlahnya sedikit kalau dibandingkan dengan massa penonton yang lain, sehingga kalau tidak ada pengertian atau kesadaran serta pengabdian, maka mereka akan terpengaruh oleh massa penonton yang lain. Kadang – kadang yang seharusnya massa insiders ini memberikan contoh – contoh yang baik, karena hasutan – hasutan massa penonton lain yang memberikan pengaruh – pengaruh negatif menjadi terjerat kearah hal – hal yang tidak diinginkan.

 

  • Massa penonton yang suka akan kegiatan-kegiatan Olahraga pada umumnya

Massa penonton yang termasuk dalam golongan ini adalah mereka yang gemar akan kegiatan-kegiatan olahraga pada umumnya. Artinya kegemarannya tidak terbatas pada salah satu yang sebenarnya, sehingga mereka akan senang kalau dalam pertandingan-pertandingn itu ada sportifitas, mutu pertandingan yang tinggi dan mereka hanya akan merasa puas bila menonton pertandingan-pertandingan yang sesuai dengan jiwa olahraga. Mereka dapat membedakan mutu pertandingan yang baik dan yang buruk. Sesuai dengan sifat – sifat yang dimiliki tersebut, maka golongan massa penonton ini akan memberikan sumbangan yang positif terhadap perkembangan – perkembangan psyche para olahragawan.

 

  • Massa Supporters

Massa supporters yang dimaksudkan adalah massa penonton yang akan menonton karena team kesayangannya akan bertanding. Mereka kadang-kadang tidak tahu menahu soal peraturan-peraturan dalam pertandingan-pertandingan, yang mereka lihat. Mereka melihat karena adanya ikatan-ikatan tertentu. Kadang – kadang supporters ini terlalu fanatik terhadap teamnya. Mereka ingin, bagaimanapun juga teamnya yang harus menang. Mereka selalu membela team yang dijagokannya serta tidak segan – segan melontarkan kata – kata yang menusuk perasaan pada anggota team lawan dengan maksud agar team lawan hilang konsentrasinya. Bahkan mereka tidak segan – segan menyerang wasit dengan kata – kata yang tidak menyenangkan, tidak segan – segan pula mereka melempari wasit kalau teamnya dirugikan. Bahkan mereka berani mengatakan “ out” meskipun nyata – nyata bola mengenai line waktu teamnya diserang. Karena sejak keberangkatan dari rumah massa supporters itu berpijak pada salah satu team kesayangannya, maka tidak mengherankan kalau mereka harus bertengkar dengan massa supporters lain yang akhirnya dapat mengacaukan pelaksanaan pertandingan – pertandingan. Bahkan tidak jarang pertandingan dibubarkan dengan terpaksa karena hal tersebut. Mengingat sifat-sifat yang dimiliki oleh massa supporters seperti yang telah diuraikan di atas, maka tidak mengherankan kalau mereka akan dapat pula memberikan pengaruh yang negatif.

Lebih – lebih jika massa supporters itu meliputi sebagian besar dari massa penonton, jadi wajarlah kalau pengaruhnya juga sangat kuat. Sering kita liat suatu team yang tadinya akan kalah setelah tambahnya supporters yang melihat, team tersebut menjadi tergugah semangatnya dan akhirnya mereka dapat memenangkan pertandingan. Jadi massa supporters ini hanya menyumbangkan bantuan yang positif terhadap team yang didukungnya. Sebaliknya mereka mengacaukan team lawan.

 

  • Massa Penjudi

Sesuai dengan namanya maka massa penonton yang termasuk dalam golongan ini adalah mereka yang dating kepertandingan untuk berjudi dengan bertaruh uang atau apa saja. Untuk memperjuangkan kemenangannya itu massa penjudi tidak segan-segan bermain curang. Bahkan ada yang berani “menyuap” wasit atau pemain dengan maksud supaya mereka mengalah, agar wasit mau bertindak demi kemenangan team yang mereka jagokan dan sebagainya. Dengan adanya kemungkinan-kemungkinan seperti ini, makamassa penjudi dengan sendirinya akan menjadikan pertandingan tidak bermutu.

Pada umumnya massa penjudi akan menjadi gelisah pada saat menjelang pertandingan berakhir. Terutama bagi mereka yang memilki tebakan yang sesuai, mereka menginginkan pertandingan cepat diselesaikan meskipun  waktunya belum habis. Sedangkan bagi mereka yang memiliki tebakan salah mereka berusaha mempengaruhi   wasit dengan berteriak – teriak dengan harapan wasit tidak segera membubarkan pertandingan meskipun waktunya telah hamper habis.

 

  • Massa Sensasi

Massa penonton yang termasuk dalam golongan ini terdiri dari mereka yang datang karena pertandingan untuk melihat hal – hal yang menghebohkan. Karena mengharapkan di dalam pertandingan tersebut terjadi hal – hal yang menggemparkan. Kalau bias dalam pertandingan sepak bola misalnya supaya ada yang cedera, seperti hidung berdarah, kepala kena sepatu dan sebagainya.

Massa tersebut kadang – kadang sama sekali tidak mengenal peraturan – peraturan permainan yang dilihatnya. Adapun yang mereka teriakan kadang – kadang menjadi sumber tertawaan dari massa penonton yang mengetahui peraturan – peraturan permainan. Tidak jarrang pula massa sensasi tidak henti – hentinya berteriak – teriak tanpa mengenal bagaimana suatu permainan itu dilakukan dan tanpa menghiraukan ketenangan massa penonton lainnya. Massa sensasi itu biasanya suka menonton pertunjukan – pertunjukan atau pertandingan – pertandingan yang sifatnya mendebarkan hati, seperti gulat professional, tinju, hell driver, dan sebagainya.Mereka ini senang apabila melihat atau menyaksikan pertandingan – pertandingan atau pertunjukan – pertunjukan yang berjalan secara sportif, artinya tidak menyebabkan cedera dan sebagainya.

Dengan kenyataan – kenyataan tersebut, maka sangatlah jelas kalau massa ini akan memberikan pengaruh negative para olahragawan ataupuncabang olahraga yang dilihatnya.

 

  • Massa Absensi

Massa ini mempunyai pendapat “pokoknya hadir”, jangan sampai melihat pertandingan – pertandingan tertentu yang mereka anggap penting. Biasanya hal ini mereka tempuh mungkin hanya untuk bahan cerita semata baik kepada tetangga maupun orang – orang sekampungnya, misalnya bahwa dia selalu melihat team luar negeri kalau bertanding di Jakarta, di Yogyakarta, dan sebagainya.

Kadang – kadang massa penonton ini tidak tahu soal peraturan – peraturan yang penting baginya ialah ia tidak ketinggalan dan pasti melihat. Hal demikian merupakan kebanggaan yang bias dipakai sebagai bahan cerita atau pamer dikampungnya atau dimana saja.

Massa ini jumlahnya sangat sedikit dan biasanya terdiri dari orang – orang kaya. Karena terlalu sedikit jumlahnya massa penonton absensi ini efeknya juga tidak terasa terhadap perkembangan olahraga. Mereka dating ke tempat – tempat pertandingan hanya untuk kepuasan diri pribadi saja.

 

  • Massa Undangan

Massa ini datang ke pertandingan karena fungsinya dalam masyarakat. Mereka diundang untuk menghadiri dan menyaksikan pertandingan. Keteraturan dan ketertiban pada waktu melihat adalah lebih baik kalau dibandingkan dengan massa – massa penonton lainnya.

Kalau diantara massa undangan ini ada tokoh masyarakat yang tinggi kedudukannya maka penjagaan terhadap keamanan dalam pertandingan pada umumnya akan lebih terjamin. Sehingga akan memberikan sumbangan yang positif  terhadap perkembangan olahraga ataupun para olahragawan.

 

Dengan melihat banyak ragamnya massa penonton ini, seorang pembina dalam dunia olahraga harus dapat menghindari efek – efek yang negatif yang dapat ditimbulkan oleh massa penonton tersebut. Para pelatih sebaiknya dapat memanfaatkan gemblengan – gemblengan mental yang diakibatkan oleh hadirnya massa penonton yang mempunyai bermacam perangai itu. Memang dengan adanya massa penonton yang mempunyai bermacam – macam itu olahragawan lebih dimatangkan, baik dalam penguasaan – penguasaan teknik dan taktiknya, maupun dalam pengendalian emosinya. Akibatnya para olahragawan tersebut akan betul – betul mantap baik jasmani maupun mental.

 

b)      Faktor Petugas termasuk di dalamnya para Wasit dan Pembantu Wasit

Petugas – petugas lapangan ikut mempengaruhi kelancaran jalannya pertandingan – pertandingan. Terutama wasit, memegang peran dalam hal ini. Kalau semuanya telah terpenuhi, maka wasitlah yang akan dapat menentukan apakah pertandingan itu akan berjalan lancer, mutu permainan berkembang atau malah sebaliknya pertandingan menjadi kacau mutu pertandingan menjadi tidak dapat dinikmati penonton bahkan kadang – kadang suatu pertandingan dapat bubar sebelumnya karena keputusan – keputusan yang keliru, tidak adil, akan mengganggu konsentrasi dan usaha para atlit untuk dapat bermain secara baik.

Apabila rasa tidak puas dalam diri atlit berlangsung terus – menerus, akan dapat menyebabkan semua tindakan – tindakan menjadi kacau. Sebaliknya bagi lawan yang merasa di untungkan akan lebih menambah usaha untuk berrmain lebih giat atas dasar pemikiran yang sehat. Akhirnya tidak jarang team yang merasa diuntungkan ini akan memenangkan pertandingan meskipun keadaan mereka sebenarnya relative lebih lemah, atau pada saat – saat kritis sebenarnya mereka sudah pada pihak yang kalah.

Memang sulit untuk begitu saja dapat menerima kesalahan – kesalahan yang diperbuat oleh para wasit, terutama bagi team – team yang merasa dirugikan. Kita semua mengetahui bahwa tugas seorang wasit adalah berat karena konsentrasi yang terus menerus harus dilakukan selama pertandingan. Kepayahan sangat mempengaruhi ketelitian bertindak. Makin ada kemungkinan wasit membuat kesalahan – kesalahan lebih – lebih kalau wasit sudah payah.

Dengan menyadari hal – hal tersebut diatas dapatlah dikurangi kedongkolan terhadap wasit yang membuat kesalahan – kesalahan.

 

c)      Faktor Lawan

Lawan dalam suatu pertandingan sangat mudah menimbulkan gangguan – gangguan pada alam pikiran para atlit muda. Kadang – kadang para olahragawan muda itu tidak bias tidur nyenyak selama menantikan datangnya saat pertandingan, dalam alam pikirannya selalu terbayang – bayang lawan yang akan dihadapi. Apalagi kalau dirasa lawan lebih kuat, akan berjangkit rasa putus asa dan dia sudah menyerah sebelum bertanding karena merasa “ saya pasti kalah”.

Sebaliknya kalau menghadapi lawan – lawan yang dianggap lebih lemah kadang – kadang akan terjangkit rasa over convidence yang menganggap bahwa “ saya pasti menang”, sehingga konsentrasi terhadap pertandingan juga akan berkurang. Akibatnya menjadi lengah, persiapan – persiapan tidak lagi dikerjakan sebaik – baiknya.

 

d)     Fasilitas Alat Perlengkapan dan Fasilitas.

Faktor alat perlengkapan dan fasilitas yang semula tidak mendatangkan problem – problem khusus, dengan adanya kemajuan – kemajuan pelaksanaan teknis pada saat sekarang ini, ternyata juga  ikut memegang peran yang menentukan terhadap keberhasilan suatu team atau individu dalam mencapai prestasi yang tinggi.

Sejak pertama kali latihan para olahragawan harus sudah dibiasakan memakai alat – alat yang sesuaidengan alat – alat yang dipakai dalam pertandingan yang sebenarnya. Karena kalau tidak, maka pasti akan diperlukan waktu adaptasi yang cukup lama, sehingga dalam besar dipusatkan kepada penyesuaian alat – alat yang dipakai.

Begitu pula sebaliknya bila alat – alat yang dipakai tidak memenuhi syarat – syarat yang harus dipenuhi maka juga akan menyebabkan ketidak puasan pada para olahragawan yang turut bertanding. Hal ini akan menimbulkan efek psikologis yang bermacam – macam. Seperti keengganan, kemarahan dan sebagainya, dan dengan sendirinya akan berpengaruh pula terhadap pengetrapan teknik – teknik yang telah dikuasai para olahragawan.

Begitu pula terbatasnya fasilitas – fasilitas yang tersedia akan mempengaruhi keadaan psyche para olahragawan yang akan bertanding. Maka dari itu dalam latihan – latihan, semua hal yang mungkin akan terjadi dalam pertandingan harus dipersiapkan, sehingga ketahanan pisik atau mental para olahragawan akan bertambah baik.

 

e)      Faktor Cuaca

Keadaan cuaca dimana pertandingan akan diadakan juga harus diperhatikan sehingga dalam waktu – waktu latihan sudah diadakan penyesuaiannya. Hal ini sangat penting agar para olahragawan tidak akan terkejut oleh cuaca setempat. Misalnya terlalu dingin, panas dan sebagainya.

Ingat bagaimana pelatih luar negeri dalam mempersiapkan para olahragawan untuk menghadapi cuaca di Mexico pada waktu Olympic Games yang ke – 19, di tempat – tempat pegunungan yang tinggi – tinggi sesuai dengan ketinggian Mexico, dimana pertandingan olahraga itu dilakukan.

 

f)       Organisasi Pertandingan.

Organisasi pertandingan ini juga akan mempengarui konsentrasi para atlit pada waktu menghadapi suatu pertandingan.

Katakan dalam suatu pertandingan dipakai sistim gugur. Hal ini sudah pasti akan memberikan efek psikologis yang berbeda – beda terhadap team – team yang kan ikut bertanding. Team yang lemah akan lebih gelisah daripada team yang lebih kuat. Begitu pula kalau yang dihadapi itu belum diketahui kekuatannya. Efek psikologis yang ditimbulkan oleh sistem gugur akan lain dengan efek psikologis yang ditimbulkan oleh sistem yang lain.Dalam menghadapi sistem kompetisi akan lebih tenteram daripada menghadapi sistem gugur, sebab dalam sistem gugur sekali kalah sudah tidak diperkenankan lagi mengikuti pertandingan – pertandingan berikutnya, sedang sistem kompetisi masih memungkinkan. Pada setengah kompetisi setiap team atau perorangan bertanding diberikan kesempatan untuk berhadapan dengan lawan – lawannya satu kali, sedang dalam sistim kompetisi penuh masing – masing lawan diberikan kesempatan untuk bertemu dua kali. Begitu pula jika sistem – sistem yang lain, selalu membawa konsekwensi – konsekwensi psikis bagi yang bertanding. Dengan sedikitnya kesempatan, efek psikologis yang terjadi terutama bagi team – team yang lemah akan lebih berat. Sedang kalau banyak kesempatan, maka team – team yang kuat kadang – kadang dapat saja dengan memasang team cadangannya, dengan memberikan w.o , kepada salah satu team dan sebagainya.

 

g)      Hasi Pertandingan

Hasil suatu pertandingan akan banyak pengaruhnya terhadap daya juang dalam pertandingan – pertandingan berikutnya.Di depan telah dijelaskan bahwa kegagalan yang terus menerus menimpa suatu team, atau keberhasilan akan dapat menambah daya juang atlit disamping juga dapat mengakibatkan over condifence.

Dalam mengikuti pertandingan – pertandingan yang diselenggarakan menurut sisti kompesisi misalnya, maka hasil – hasil pada hari pertama atau hasil daripada pertandingan – pertandingan yang telah dilakukan juga akan memberi pengaruh kepada psyche para olahragawan. Terutama pada hari – hari mendekati seleseinya suatu rentetan pertandingan yang harus dilakukan,tiap team atau perorangan yang ikut sudah saling dapat memperhitungkan hasil akhir dengan melihat kemenangan atau kekalahan yang telah diderita. Setelah team atau perorangan menentukan apakah hasil pertandingan berikutnya masih mempengaruhi kedudukan atau tidak. Kalau sudah jelas bahwa hasil pertandingan yang akan dilakukan itu justru akan menentukan statusnya dalam rentetan kejuaraan, maka timbul efek psykologis yang berat. Lebih – lebih kalau mereka sudah dapat memastikan diri kalah atau menang tetap nomor satu.

Tidak juga mengherankan pada saat – saat akhir pertandingan team yang kuat, yaitu team yang telah tidak dapat lagi dipengaruhi kedudukannya oleh hasil pertandingan berikutnya, dapat ikut mengemudikan urutan pemenang dibawahnya. Misalnya saja dengan memberi kesempatan kepada lawan yang dihadapi agar dia dapat kemenangan sehingga dengan demikian team atau perorangan tersebut dapat naik kedudukannya.

Dengan demikian, maka dengan sendirinya pihak pertama dalam hal menghadapi pertandingan itu dapat lebih tenang dan mantap dari team atau peroranganyang kedua. Demikianlah efek – efek psikologis yang dapat ditimbulkan oleh hasil – hasil pertandingan dan semua itu secara langsung atau tidak langsung juga akan mempengaruhi konsentrasi para olahragawan dalam pertandingan – pertandingan berikutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Konsentrasi atau pemusatan perhatian adalah pemikiran terhadap pelaksanaan suatu usaha setelah adanya kesiapan dan kematangan bertindak yang dilandasi oleh sifat – sifat kepribadian yang ideal. Sehubungan dengan ini, John M Chooper mengutarakan bahwa semakin tinggi tingkat pemusatan perhatian terhadap apa yang akan dilakukan, semakin tinggi pula hasil yang akan  dicapai.

Ada tiga lingkungan yang dapat mempengaruhi besar kecilnya konsentrasi para olahragawan dalam bertanding atau berlomba yaitu :

  1. Lingkungan Keluarga
  2. Lingkungan Sekolah
  3. Lingkungan Olahraga itu sendiri

Faktor-faktor yang mempengaruhi konsentrasi para atlit dalam lingkungan olahraga, yaitu:

ü  Faktor penonton

ü  Faktor petugas termasuk di dalamnya para wasit pembantu wasit dan sebagainya

ü  Faktor lawan

ü  Faktor alat perlengkapan dan fasilitas

ü  Faktor cuaca

ü  Organisasi/sistim pertandingan

ü  Hasil yang dicapai selama pertandingan

 

3.2 Saran – Saran

 

 

 

 

 

 

DAFTAR RUJUKAN

 

Johannes, Uray. 1991. Psikologi Olahraga. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Malang Proyek Operasi Dan Perawatan Fasilitas. Malang : IKIP Malang

 

Koesnadi. 1991. Psikologi Olahraga. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Malang Proyek Operasi Dan Perawatan Fasilitas. Malang : IKIP Malang

 

Yunus, Mahmud. 1991. Psikologi Olahraga. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Malang Proyek Operasi Dan Perawatan Fasilitas. Malang : IKIP Malang

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: